Cerita Backpackeran ke Bromo

By 3:24 AM ,

Bulan Agustus lalu, saya dan teman-teman mengunjungi Bromo. Kami rombongan backpacker rempong berisi 9 personel, 8 wanita dan 1 pria. Inilah kami:

Kami memulai perjalanan pada kamis malam, kami berkumpul di stasiun Ps.Senen dan menuju malang dengan KA Matarmaja. Awalnya kami hahahihi..sampai kemudian kami tertidur..dan kami makan...lalu kami tidur lagi...makan lagi...tidur...bangun...dan belum sampai di malang juga...#hoshhh pokoknya mati gaya judulnya. Dan akhirnya setelah penantian panjang, sampailah kami di stasiun Malang Baru.

Dari stasiun Malang Baru kami menuju Terminal Arjosari dan kemudian naik bus ke Probolinggo dan berhenti beberapa kilo sebelum terminal. Kami menghubungi elf rekanan homestay di Cemoro Lawang yang mau menjemput kami disitu. (Buat yang mau detail and itinerary plus kontak2nya, berbeda posting ya) Akhirnya, setelah beberapa menit kemudian, kami dijemput dan meluncur menuju Cemoro Lawang. Sesampainya di homestay...brrrr dinginnya ga nahan...buat lepas sepatu dan napakin dilantai aja rasanya ragu :) 

Kami beristirahat sejenak dan malamnya kami nongkrong-nongkrong dan makan-makan cantik di cafe lava kemudian kembali ke homestay untuk beristirahat. Keesokan harinya, kami bangun jam 3 untuk bergegas ke Pananjakan 1 yang jelas, kenapa jam 3 pagi? karena walaupun jarak dari Cemoro Lawang tidak terlalu jauh, namun ngantrinya..hadeuhhhhh lama banget...rame banget ternyata. Setelah sampai di Pananjakan 1 hmmm....lebihhh rame lagi sampai Jeep kami kebagian paling bawah dan terpaksa kami harus jalan lumayan jauh..fyi ada yang ngojek juga lho saking capek jalannya hehehehe.. Untuk liat matahari terbit, kita harus rela berjuang keras senggol sana senggol sini sampai dapet tempat yang nyaman untuk berdiri. Dan setelah beberapa saat, matahari pun mulai menampakan diri. Rasanya tidak bisa berhenti berdecak kagum...Subhanallah...begitu indah ciptaan Allah...
Sunrise dari Pananjakan 1
Gunung Batok dari Pananjakan 1
Setelah berpuas diri foto-foto selfi-selfi dan gaya sana sini, kami melanjutkan perjalanan ke Kawah Bromo. Perjalanan nya ga terlalu lama, tapi kami lumayan telat, karena sudah banyak Jeep berjejer di parkiran dan terlihat dari kejauhan antrian pengunjung menaiki tangga Bromo...ada juga antrian yang ke Toilet hehhehehe...termasuk saya, ngantri ke toilet dulu dan ada beberapa personel kami yang jajan dulu...ada sate, ada bakso, ada mie dsb. Prepare naik Bromo ceritanya :)

Setelah well prepared, kami pun mulai berjalan kearah tangga, namun karena dirasa tangganya terlalu penuh, sampai harus bermacet-macet ria..maka kami putuskan untuk lewat jalur alternatif...jalur alternatif ini bukan tangga tapi gundukan pasir dan seperti biasa..tipe-tipe jalan seperti ini pasti maju satu langkah tapi mundur 2 langkah karena licin, saya pribadi lebih milih cari yang keras supaya ga terlalu nyesek-nyesek amat pas mundur lagi hehhee.
Jalur Alternatif samping Tangga Bromo
Oiya, jangan pernah tinggalkan masker penutup hidung ya, soalnya debu nya luar biasa belum lagi debu bercampur bau kotoran kuda...hmmm selamat dehh kalo ga bawa masker :)

Setelah kurang lebih 1 jam, kami akhirnya sampai di bibir kawah Bromo dari sisi sebelah kiri...Alhamdulillah nemu spot buat duduk :)

Bibir Kawah Bromo
Kawah Bromo
view dari Puncak Bromo
Tujuan selanjutnya setelah Kawah Bromo yaitu: Bukit Teletubies :), Jarak dari masing-masing spot ga terlalu jauh kok, jadi ya lumayan cepet. Bukit Teletubies yang selama ini cuma saya liat di foto-foto prewed dan foto-foto di blog travel akhirnya saya lihat dengan mata kepala saya sendiri. Indah banget memang, banyak bukit-bukit hijau yang memang sepintas kaya di tayangan Teletubies sih.
Girls in Action
Bukit Teletubies
Nah setelah dari Bukit Teletubies, tujuan terakhir kami yaitu ke Pasir Berbisik, Pasir berbisik sendiri yaitu hamparan lautan pasir yang sunyi dan jika pasirnya tertiup angin maka akan menghasilkan bunyi-bunyian seperti suara gemericik air tapi juga seperti gemuruh angin tapi lembut...nah kan sampai bingung mendeskripsikannya. Makanya coba deh kesana :)

Pasir Berbisik
Sekian cerita saya tentang Bromo...Itinerary dan Budget menyusul ya :) See you

You Might Also Like

3 comments

  1. seru banget kayanya euy... selama ini gw lebih suka laut dari pada gunung... cuma kalo bromo jadi penasaran...tahun ini harus kesana ni...hahahaha...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Puji syukur saya panjatkan kepada Allah yang telah mempertemukan saya dengan Mbah Rawa Gumpala dan melalui bantun pesugihan putih beliau yang sebar 5M inilah yang saya gunakan untuk membuka usaha selama ini,makanya saya sengaja memposting pesang sinkat ini biar semua orang tau kalau Mbah Rawa Gumpala bisa membantuh kita mengenai masalah ekonomi dengan bantuan pesugihan putihnya yang tampa tumbal karna saya juga tampa sengaja menemukan postingan orang diinternet jadi saya lansun menhubungi beliau dan dengan senang hati beliau mau membantuh saya,,jadi bagi teman teman yang mempunyai keluhan jangan anda ragu untuk menghubungi beliau di no 085-316-106-111 rasa senang ini tidak bisa diunkapkan dengan kata kata makanya saya menulis pesan ini biar semua orang tau,ini sebuah kisa nyata dari saya dan tidak ada rekayasa sedikit pun yang saya tulis ini,sekali lagi terimah kasih banyak ya Mbah dan insya allah suatu hari nanti saya akan berkunjun ke kediaman Mbah untuk silaturahmi.Wassalam dari saya ibu Sartika dan untuk lebih lenkapnya silahkan buka blok Mbah disini Pesugihan Putih Tanpa Tumbal

      Delete
  2. hallo mba, seru banget ya perjalannya.
    saya boleh minta email mba untuk tanya2 backpakeran ke bromo? soalnya akhir januari rencana mau ke sana.

    ReplyDelete